Friday, July 27, 2012

SEMIOTIK DALAM NOVEL


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Karya sastra adalah seni yang banyak memanfaatkan simbol untuk mengungkapkan dunia bawah sadar agar keliatan lebih nyata dan jelas, pengarang menggunakan kiasan-kiasan dan perlambang dalam ceritanya. Setiap peristiwa atau kejadian bahkan juga nama tokoh tidak disampaikan secara naturalistik dan realistik sebagaimana adanya, tetapi disampaikan secara figuratif dan perlambang.
Karya sastra juga merupakan struktur makna atau struktur yang bermakna. Hal ini mengingat bahwa karya sastra itu merupakan sistem tanda yang mempunyai makna yang mempergunakan medium bahasa. Untuk menganalisis struktur sistem tanda ini perlu adanya kritik struktural untuk memahami makna tanda-tanda  yang terjalin dalam sistem (struktur) tersebut. Ilmu pengetahuan tentang tanda ini disebut semiotik. Oleh karena itu, analisis semiotik itu tidak dapat dipisahkan oleh analisis struktural.
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap karya sastra berupa novel, karena novel memiliki tanda-tanda simbolok yang menyiratkan makna. Novel ang akan penulis analisis adalah “GALAU REMAJA DI SMA” karya Mira W.













BAB II
PEMBAHASAN

A. SINOPSIS NOVEL GALAU REMAJA DI SMA

Judul : GALAU REMAJA DI SMA
Pengarang : Mira W
Penerbit : Gramedia
Tahun : 1999
Tebal : 263 hlm

Sinopsis :
"Aih, Tiek, kelewatan deh kamu! Dia kan pantas jadi bokap kita!" "Ah, kuno! Cinta sih nggak kenal umur!". "Cinta? Nggak salah denger nih, Tiek? Masa kamu cinta sama oom-oom yang sudah karatan gitu?! "Huu, karatan juga masih tokcer! Mesinnya masih standar, bodinya juga masih mulus!". "Mending dia mau sama si Atiek!" potong Tia separuh mengejek. "Tampang dobel bravo gitu!". "Dia malah menjanjikan peran utama di filmnya yang terbaru, tahu nggak?!". "Sudah janji sih masih perlu dites! Sama aja bohong!". "Eh, mau taruhan?". Atiek yang bebas, badung, dan manja, memang selalu bermusuhan dengan Tia yang cantik, cerdas, tapi judes. Dalam ajang persaingan yang panas memperebutkan juara kelas dan kesempatan main film, kehidupan remaja mereka tambah bergalau dengan munculnya empat orang pria. Aris yang kuper. Anto si slonong boy. Toni sang spesialis ganda. Dan Hartono, senja yang memimpikan fajar. Sampai suatu saat mereka menemukan sebuah titik pertemuan. Titik perdamaian yang dibawa oleh Ibu Tia, salah satu di antara segelintir orang tua yang mendidik anaknya bukan dengan segebung nasihat dan larangan, tapi dengan teladan dan penuh pengertian.

B. KAJIAN  ILMU SEMIOTIK
            semiotika merupakan  istilah yang berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau sign dalam bahasa Inggris itu adalah ‘ilmu yang mempelajari sistem tanda ‘ seperti: bahasa, kode, sinyal, dan sebagainya. Tanda-tanda adalah basis dari seluruh komunikasi (littlejhon:1996). Manusia dengan perantaraan tanda-tanda, dapat melakukan komunikasi dengan sesamanya. Banyak hal bisa dikomunikasikan di dunia ini.
Secara umum, semiotik didefinisikan sebagai berikut; “Semiotik biasanya didefinisikan sebagai teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia”.
Semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Tanda-tanda adalah perangkat yang kita pakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia ini, ditengah-tengah manusia dan bersama-sama manusia. Semiotika, atau dalam istilah Barthes, semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity)  memaknai hal-hal (things). Memaknai (to sinify) dalam hal ini tidak dapat dicampur adukkan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda.
Semiotika yang merupakan bidang studi tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja (dikatakan juga semiologi). Dalam memahami studi tentang makna setidaknya terdapat tiga unsur utama yaitu :
  • tanda,
  • acuan tanda, dan
  • pengguna tanda.
Tanda merupakan sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita. Tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu sendiri, dan bergantung pada pengenalan oleh penggunanya sehingga disebut tanda.
Kajian semiotik merupakan kajian terhadap tanda-tanda secara sistematis yang terdapat dalam karya sastra termasuk novel. Ada dua hal yang berhubungan dengan tanda, yakni yang menandai/ penanda yang ditandai/penanda. Hubungan antara tanda dengan acuan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Ikon
Ada kemiripan antara acuan dengan tanda. Tanda merupakan gambar/arti langsung dari petanda. Misalnya, foto merupakan gambaran langsung yang difoto. Ikon masih dapat dibedakan atas dua macam, yakni ikon tipologis, kemiripan yang tampak disini adalah kemiripan rasional. Jadi, didalam tanda tampak juga hubungan antara unsur-unsur yang diacu, contohnya susunan kata dalam kalimat, dan ikon metaforis, ikon jenis ini tidak ada kemiripan antara tanda dengan acuannya, yang mirip bukanlah tanda dengan acuan melainkan antar dua acuan dengan tanda yang sama. Kata kancil misalnya, mempunyai acuan ‘binatang kancil’ dan sekaligus ‘kecerdikan’.
2. Indeks
Istilah indeks berati bahwa antara tanda dan acuannya ada kedekatan ekstensial. Penanda merupakan akibat dari petanda (hubungan sebab akibat). Misalnya, mendung merupakan tanda bahwa hari akan hujan, asap menandakan adanya api. Dalam karya sastra, gambaran suasana muram biasanya merupakan indeks bahwa tokoh sedang bersusah hati.
3. Simbol
Simbol yang ada tentunya sudah mendapat persetujuan antara pemakai tanda dengan acuannya. Misalnya, bahasa merupakan simbol yang paling lengkap, terbentuk secara konvensional, hubungan kata dengan artinya dan sebagainya. Ada tiga macam simbol yang dikenal, yakni (1) simbol pribadi, misalnya seseorang menangis bila mendengar sebuah lagu gembira karena lagu itu telah menjadi lambang pribadi ketika orang yang dicintainya meninggal dunia, (2) simbol pemufakatan, misalnya burung Garuda/Pancasila, bintang= keutuhan, padi dan kapas= keadilan sosial, dan (3) simbol universal, misalnya bunga adalah lambang cinta, laut adalah lambang kehidupan yang dinamis.
C. ANALISIS KAJIAN SEMIOTIK PADA NOVEL GALAU REMAJA DI SMA KARYA  MIRA W.
Beberapa kutipan dari novel yang dianalisis berdasarkan semiotik atau lambang sebagai berikut:
(1) Membuat jantung Henny hampir copot.
Ini melambangkan betapa kaget bercampur takut yang dirasakan Henny, karena waktu itu Henny sedang diperjalanan naik bus bersama teman-temannya ketika akan pergi ke Bali, waktu itu supir tiba-tiba saja menyetir bus nya dengan cepat.
(2) Dia sudah menemukan gelombang baru!
Berdasarkan semiotiknya gelombang baru memiliki makna yaitu sasaran baru atau laki-laki yang akan dijadikan pacar oleh atiek. sebab Atiek memang mempunyai banyak pacar, dan sekarag dia menemukan Aris untuk dijadikan pacar barunya.
(3) Udah gue tembak
Anak muda jaman sekarang suka menggunakan istilah-istilah yang kadang membingungkan, kata “tembak” disini berdasarkan semiotiknya menandakan bahwa seseorang menyatakan atau mengungkapkan cinta, pada novel diceritakan bahwa Atiek telah menembak atau mengungkapkan cinta kepada Aris.
(4) Membuat dada Aris bergemuruh seperti dilanda gempa delapan skala richter.
Dada aris bergemuruh, maksudnya bahwa Aris merasa senang sekaligus deg-degan berhadapan dengan Tia, gadis yang dicintainya.
(5) Maghrib begini, bulu kuduk langsung meremang begitu melewati sebuah pohon beringin besar.
Berdasarkan, semiotiknya menandakan bahwa mereka, anak-anak remaja SMA atau tokoh dalam cerita novel tersebut merasa merinding dan takut ketika sedang mengikuti upacara ngaben di Bali dan dijelaskan oleh gurunya.
(6) Jantungnya menggelepar-gelepar pacik.
Menandakan betapa grogi bercampur kagetnya Aris ketika tiba-tiba Atiek nekat memeluk tubuhnya.
(7) Barang bekas kaya gitu sih nggak susah nyarinya!
Maksudnya bahwa Aris dianggap oleh  Tia bahwa Aris adalah laki-laki yang sepele, mudah dicari dan tidak ada istimewanya. Meskipun setelah itu Tia menjadi suka pada Aris.
(8) Jantung Aris hampir berhenti berdenyut.
Menandaka bahwa Aris sedang merasakan kebahagiaan yang bercampur kaget karena Tia tiba-tiba saja menciumnya, bahkan didepan teman-temanya.
(9) Dia merasa hatinya seperti mencair dalam  kebahagiaan.
Makna berdasarkan semiotiknya yaitu Aris merasa bahagia karena ia sedang jatuh cinta dan sangat bahagia karena dicium oleh gadis yang dicintainya.
(10) Meskipun parasnya memerah dan matanya bersorot jengah.
Berdasarkan semiotiknya mempunyai tanda bahwa Tia merasa malu ketika bercerita kepada pak Hartono tentang Aris,Tia juga menyukai Aris makanya parasnya jadi memerah.

BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN

Setelah melakukan analisis, dapat disimpulakan bahwa semiotik merupakan  ilmu atau metode analisis untuk mengkaji sebuah tanda yang memiliki makna. Tanda-tanda tersebut dapat berupa pengalaman, pikiran, perasaan, gagasan yang dapat dilengkapi kehidupan ini, walaupun dikatakan bahwa bahasa adalah sistem tanda yang paling lengkap dan sempurna. Ilmu semiotik dalam karya sastra berupa novel biasanya menggunakan simbol.
Semiotik menjadi satu istilah untuk kajian sastra yang berisi lambang-lambang atau kode-kode yang mempunyai arti atau makna tertentu. Arti atau makna itu berkaitan dengan sistem yang dianut. Semiotik adalah ilmu atau matode analisis untuk mengkaji sebuah tanda agar dapat bermakna. Tanda-tanda tersebut dapat berupa pengalaman, pikiran, perasaan, gagasan yang dapat melengkapi kehidupan ini.
Kajian semiotik dapat digunakan untuk menemukan makna yang terkandung dalam teks karya sastra dengan memanfaatkan tanda-tanda yang diberikan oleh pengarang. Karya sastra berupa novel sarat akan tanda yang dimaksud oleh pengarang.

Monday, May 14, 2012

ANALISIS WACANA BAHASA INDONESIA


PEMBAHASAN

1.         PENGERTIAN ANALISIS DAN WACANA
a.        Pengertian Analisis Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah pengertian dan definisi analisis:
1)      Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
2)      Analisis adalah langkah pertama dari proses perencanaan (Anne Gregory).
3)      Analisis merupakan penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan (Dwi Prastowo Darminto & Rifka Julianty).
4)      Analisis adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditaksir maknanya (Wiradi).
5)      Analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungannya satu sama lain dan fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu (Komaruddin).

Berdasarkan pengertian analisis dari para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa analisis adalah kegiatan atau proses penyelidikan untuk menguraikan sesuatu dan memperoleh pengertian yang tepat serta pemahaman arti secara keseluruhan.



b.                Pengertian Wacana Menurut Para Ahli
1)   Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa wacana yaitu (1) komunikasi verbal; percakapan; (2) lingkungan keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan; (3) lingkungan satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato atau khutbah; (4) lingkungan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat; (5) pertukaran ide secara verbal.
2)   Marahim mengartikan wacana sebagai kemampuan untuk maju (dalam pembahasan) menurut urut-urutan yang teratur dan semestinya, dan komunikasi buah pikiran, baik lisan maupun tulisan, yang resmi dan teratur. Jika defenisi ini kita pakai sebagai pegangan, maka dengan sendirinya semua tulisan yang teratur, yang menurut urut-urutan yang semestinya, atau logis, adalah wacana. Karena itu, sebuah wacana harus punya dua unsur penting, yakni kesatuan (unity) dan kepaduan (coherence). Proses berpikir seseorang sangat erat kaitannya dengan ada tidaknya kesatuan dan koherensi dalam tulisan yang disajikannya. Makin baik cara atau pola berpikir seseorang, pada umumnya makin terlihat jelas adanya kesatuan dan koherensi itu.
Istilah wacana sekarang ini dipakai sebagai terjemahan dari perkataan bahasa Inggris discourse. Kata “discourse” berasal dari bahasa latin discursus yang berarti lari kian-kemari (yang dituturkan dari dis- ‘dari, dalam arah yang berbeda, ‘dan currere ‘lari). Komunikasi pikiran dengan kata-kata; ekspresi ide-ide atau gagasan-gagasan; konversi atau percakapan. Komunikasi secara umum, terutama sebagai suatu subjek studi atau pokok telaah. Risalat tulis; disertasi formal; kuliah; ceramah; khotbah.
3)   Moeliono menyatakan bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat itu atau rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan yang lain, membentuk satu kesatuan.
4)   Menurut Djajasudarma, wacana adalah (1) perkataan, ucapan, tutur yang merupakan satu kesatuan; (2) keseluruhan tutur. Tarigan mengemukakan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan koheresi dan kohesi yang tinggi yang berkesinambungan yang mempunyai awal dan akhir yang nyata disampaikan secara lisan atau tertulis.
5)   Ba’dulu menyatakan bahwa pada dasarnya wacana adalah kumpulan paragraph yang saling berhubungan yang mengembangkan topic tunggal yang luas secara efektif.
6)   Menurut Kridalaksana, wacana adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hierarki gramatikal merupakan kesatuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dsb.), paragraph, kalimat, atau kata yang membawa amanat yang lengkap.
7)   Lull memberikan pengertian yang lebih sederhana mengenai wacana yang berarti cara objek atau ide diperbincangkan secara terbuka kepada public sehingga menimbulkan pemahaman tertentu yang tersebar luas. Kleden menyebut wacana sebagai ucapan dalam mana seorang pembicara menyampaikan sesuatu tentang sesuatu kepada pendengar.
Wacana itu sendiri, seperti dikatakan Tarigan, mencakup keempat tujuan penggunaan bahasa, yaitu ekspresi diri sendiri, eksposisi, sastra, dan persuasi. Samsuri dalam Sudjiman menyatakan bahwa wacana ialah rekaman kebahasaan yang utuh tentang peristiwa komunikasi, biasanya terdiri atas seperangkat kalimat yang mempunyai hubungan pengertian yang satu dengan yang lain. Komunikasi itu dapat menggunakan bahasa lisan, dan dapat pula memakai bahasa tulisan. Berdasarkan berbagai pendapat di atas, agaknya dapat dirangkum pengertian wacana itu sebagai rangkaian ujar atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur, sistematis, dalam satu kesatuan yang koheren, dibentuk oleh unsur segmental maupun nonsegmental bahasa. Lebih jauh, pengertian wacana dapat dibatasi dari dua sudut yang berlainan.
Pertama dari sudut bentuk bahasa, dan kedua, dari sudut tujuan umum sebuah karangan yang utuh atau sebagai bentuk sebuah komposisi.  Dari sudut bentuk bahasa, atau yang bertalian dengan hierarki bahasa, yang dimaksud dengan wacana adalah bentuk bahasa di atas kalimat yang mengandung tema ini biasanya terdiri atas alinea-alinea, anak-anak bab, bab-bab, atau karangan-karangan utuh, baik yang terdiri atas bab-bab maupun tidak.
Berdasarkan beberapa pengertian wacana di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Wacana merupakan satuan bahasa di atas tataran kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial. Satuan bahasa itu dapat berupa rangkaian kalimat atau ujaran. Wacana dapat berbentuk lisan atau tulis dan dapat bersifat transaksional atau interaksional. Dalam peristiwa komunikasi secara lisan, dapat dilihat bahwa wacana sebagai proses komunikasi antarpenyapa dan pesapa, sedangkan dalam komunikasi secara tulis, wacana terlihat sebagai hasil dari pengungkapan ide/gagasan penyapa.
2.      JENIS – JENIS WACANA BAHASA INDONESIA
a.      Berdasarkan saluran yang digunakan dalam berkomunikasi
Berdasarkan saluran yang digunakan dalam berkomunikasi, wacana dibedakan atas wacana tulis dan wacana lisan. Wacana lisan berbeda dari wacana tulis. Wacana lisan cenderung kurang terstruktur (gramatikal), penataan subordinatif lebih sedikit, jarang menggunakan piranti hubung (alat kohesi), frasa benda tidak panjang, dan berstruktur topik-komen. Sebaliknya wacana tulis cenderung gramatikal, penataan subordinatif lebih banyak, menggunakan piranti hubung, frasa benda panjang, dan berstruktur subjek-predikat.
b.      Berdasarkan jumlah peserta yang terlibat dalam pembicaraan
Berdasarkan jumlah peserta yang terlibat pembicaraan dalam komunikasi, ada tiga jenis wacana, yaitu wacana monolog, dialog, dan polilog. Bila dalam suatu komunikasi hanya ada satu pembicara dan tidak ada balikan langsung dari peserta yang lain, maka wacana yang dihasilkan disebut monolog. Dengan demikian, pembicara tidak berganti peran sebagai pendengar. Bila peserta dalam komunikasi itu dua orang dan terjadi pergantian peran (dari pembicara menjadi pendengar atau sebaliknya), maka wacana yang dibentuknya disebut dialog. Jika peserta dalam komunikasi lebih dari dua orang dan terjadi pergantian peran, maka wacana yang dihasilkan disebut polilog.
c.       Berdasarkan bentuk wacana
Dilihat bentuk wacana, dikenal ada wacana deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
1)      Wacana Deskripsi
Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan/suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulisnya. Untuk mencapai kesan yang sempurna bagi pembaca, penulis merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan. Dilihat dari sifat objeknya, deskripsi dibedakan atas 2 macam, yaitu deskripsi Imajinatif/Impresionis dan deskripsi faktual/ekspositoris.
Wacana deskripsi bertujuan membentuk suatu citra (imajinasi) tentang sesuatu hal pada penerima pesan.
2)      Wacana Narasi
Narasi adalah cerita yang didasarkan pada urut-urutan suatu kejadian atau peristiwa. Wacana narasi merupakan satu jenis wacana yang berisi cerita. Narasi dapat berbentuk narasi ekspositoris dan narasi imajinatif. Unsur-unsur penting dalam  sebuah narasi adalah kejadian, tokoh, konfik, alur/plot, serta latar yang terdiri atas latar waktu, tempat, dan suasana. Aspek kejiwaan yang dapat mencerna wacana narasi adalah emosi.
3)      Wacana Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan atau menjelaskan secara terperinci (memaparkan) sesuatu dengan tujuan memberikan informasi dan memperluas pengetahuan kepada pembacanya, serta menerangkan sesuatu hal kepada penerima agar yang bersangkutan memahaminya. Karangan eksposisi biasanya digunakan pada karya-karya ilmiah seperti artikel ilmiah, makalah-makalah untuk seminar, simposium, atau penataran.Tahapan menulis karangan eksposisi, yaitu menentukan objek pengamatan, menentukan tujuan dan pola penyajian eksposisi, mengumpulkan data atau bahan, menyusun kerangka karangan, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan.Pengembangan kerangka karangan berbentuk eksposisi dapat berpola penyajian urutan topik yang ada dan urutan klimaks dan antiklimaks. Wacana eksposisi dapat berisi konsep-konsep dan logika yang harus diikuti oleh penerima pesan. Oleh sebab itu, untuk memahami wacana eksposisi diperlukan proses berpikir.
4)                  Wacana Argumentasi
Karangan  argumentasi ialah karangan yang berisi pendapat, sikap,  atau penilaian terhadap suatu hal yang disertai dengan alasan, bukti-bukti, dan pernyataan-pernyataan yang logis. Tujuan karangan argumentasi adalah berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran pendapat pengarang. Tahapan menulis karangan argumentasi, yaitu menentukan tema atau topik permasalahan, merumuskan tujuan penulisan, mengumpulkan data atau bahan berupa: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung, menyusun kerangka karangan, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan. Pengembangan kerangka karangan argumentasi dapat berpola sebab-akibat, akibat-sebab, atau pola pemecahan masalah. Wacana argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan, baik yang didasarkan pada pertimbangan logika maupun emosional. Untuk mempertahankan argumen diperlukan bukti yang mendukung.
5)      Wacana persuasiItu aspek kebahasaan ya?
Wacana persuasi bertujuan mempengaruhi penerima pesan agar melakukan tindakan sesuai yang diharapkan penyampai pesan. Untuk mernpengaruhi ini, digunakan segala upaya yang memungkinkan penerima pesan terpengaruh. Untuk mencapai tujuan tersebut, wacana persuasi kadang menggunakan alasan yang tidak rasional.
SIMPULAN

Pengertian Analisis adalah kegiatan atau proses penyelidikan untuk menguraikan sesuatu dan memperoleh pengertian yang tepat serta pemahaman arti secara keseluruhan. Sedangkan definisi Wacana merupakan satuan bahasa di atas tataran kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial. Satuan bahasa itu dapat berupa rangkaian kalimat atau ujaran. Wacana dapat berbentuk lisan atau tulis dan dapat bersifat transaksional atau interaksional. Dalam peristiwa komunikasi secara lisan, dapat dilihat bahwa wacana sebagai proses komunikasi antarpenyapa dan pesapa, sedangkan dalam komunikasi secara tulis, wacana terlihat sebagai hasil dari pengungkapan ide/gagasan penyapa.
Adapun jenis-jenis wacana bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa, anatara lain Berdasarkan saluran yang digunakan dalam berkomunikasi, wacana dibedakan atas wacana tulis dan wacana lisan. Berdasarkan jumlah peserta yang terlibat pembicaraan dalam komunikasi, ada tiga jenis wacana, yaitu wacana monolog, dialog, dan polilog. Dilihat bentuk wacana, dikenal ada wacana deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.


JOGO TONGGO (GOTONG ROYONG SAK LAWASE)

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas program Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani Covid-19, yaitu p...