Sunday, January 12, 2020
Friday, September 13, 2019
PANEN RAYA UNTUK DESA YANG BERSAHAJA
Alhamdulillah....
Walau masih terbilang musim
kemarau, pada bulan-bulan ini diwilayah Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan
dan mungkin di Kabupaten lainnya masih diberkahi akan datangnya panen raya. Ada
yang akan memanen PADI, KETELA POHON dan JAGUNG. Ada pula yang akan memanen
KELAPA.
Pada panen raya ini pastinya akan
memberikan memberi dampak yang cukup signifikan. Sebab tanaman-tanaman ini
adalah sumber energi utama bagi kebanyakan orang. Terlebih dengan hasil panen
ini dapat meningkatkan taraf perekonomian. Sebab dengan hasil panen melimpah
ruah, diharapkan akan menghasilkan pendapatan
yang melimpah ruah.
Dari artikel ini mari kita bedah
tentang hasil bumi ini.
1. PADI
PADI (bahasa
latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam
peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, PADI juga
digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang
biasa disebut sebagai PADI liar. PADI diduga berasal dari India atau Indocina
dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia
sekitar 1500 SM.[1]
Produksi PADI
dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah JAGUNG dan gandum.
Namun, PADI merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. (kata Mbah si gitu, he he he)
PADI sering kali
kita nikmati dalam bentuk Nasi, yang hampir tiga kali sehari. Sebab nasi
sebagai makanan pokok kita sehari-hari. Kata orang tua dulu (Jawa)
“kalau belum
makan nasi, berarti belum makan.”
Padahal mereka
sudah memakan umbi-umbian dan wedang kopi, tetap saja mereka bilang belum
makan.
Kembali kepada
masalah PADI! Selain sebagai nasi (makanan pokok), PADI juga bisa dimanfaatkan
sebagai tepung beras yang bisa dipakai untuk membuat adonan seperti kue atau
jajan pasar seperti lapis, cucur, dan masih banyak yang lainnya.
Secara tidak
langsung, bahwa dari PADI dapat memberikan banyak manfaat bagi manusia baik itu
dari segi perokonomian dan sumber energi.
2. KETELA
POHON
KETELA POHON,
ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima) adalah perdu tahunan tropika dan
subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok
penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Tak jauh beda
dengan PADI, KETELA POHON (Po ong/Budin (nama di Jawa)) memiliki peranan sebagai
sumber karbohidrat. Tetapi ada kelebihan dari KETELA POHON, daunnya bisa
dijadikan sayur yang sedap dan nikmat. Selain itu pula, KETELA POHON dapat
dijadikan sebagai bahan dasar maknan atau jajanan pasar mulai dari tewul,
gobet, growol dll. Bisa juga dijadikan makanan ringan seperti kripik (andil),
cimpring, dll.
Walau peranan KETELA
POHON hampir sama, akan tetatapi belum bisa dikatakan lazim bagi masyarakat
luar Jawa bahkan orang luar Negeri untuk bisa menggeser dominasi PADI untuk
dijadikan sebagai makanan pokok (pengganti Nasi).
3. JAGUNG
JAGUNG (Zea mays
ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang
terpenting di dunia, selain gandum dan PADI. Bagi penduduk Amerika Tengah dan
Selatan, bulir JAGUNG adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk
Afrika dan beberapa daerah di Indonesia (Nasi JAGUNG). Makanan lain dari bahan
JAGUNG diantaranya seperti Blendung, Bakwan JAGUNG dll. Pada masa kini, JAGUNG
juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah
sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk
turunan hasil JAGUNG menjadi bahan baku berbagai produk industri farmasi,
kosmetika, dan kimia.
JAGUNG merupakan
tanaman model yang menarik[1][2], khususnya di bidang biologi dan pertanian.
Sejak awal abad ke-20, tanaman ini menjadi objek penelitian genetika yang
intensif, dan membantu terbentuknya teknologi kultivar hibrida yang
revolusioner. Dari sisi fisiologi, tanaman ini tergolong tanaman C4 sehingga
sangat efisien memanfaatkan sinar matahari. Dalam kajian agronomi, tanggapan JAGUNG
yang dramatis dan khas terhadap kekurangan atau keracunan unsur-unsur hara
penting menjadikan JAGUNG sebagai tanaman percobaan fisiologi pemupukan yang
disukai.
4. KELAPA
Siapa yang tidak
suka KELAPA, buah yang selalu memberikan kesegaran ditengah terik mentari dan
buah dengan beribu manfaat. Dari mulai dahan, pohon hingga buahnya dapat
dimanfaatkan. Dari yang muda hingga yang tua.
Kelapa (Cocos
nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau
Arecaceae.[1] Arti kata kelapa (atau coconut, dalam bahasa Inggris)[2] dapat
merujuk pada keseluruhan pohon kelapa, biji, atau buah, yang secara botani
adalah pohon berbuah, bukan pohon kacang-kacangan. Istilah ini berasal dari
kata Portugis dan Spanyol abad ke-16, coco yang berarti "kepala" atau
"tengkorak" setelah tiga lekukan pada tempurung kelapa yang
menyerupai fitur wajah. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh
manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat
pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini.[3]
Kelapa dikenal
karena kegunaannya yang beragam, mulai dari makanan hingga kosmetik.[4] Daging
bagian dalam dari benih matang membentuk bagian yang secara teratur menjadi
sumber makanan bagi banyak orang di daerah tropis dan subtropis. Kelapa berbeda
dari buah-buahan lain karena endosperma mereka mengandung sejumlah besar cairan
bening,[4] disebut "santan" dalam literatur,[5] dan ketika belum
matang, dapat dipanen untuk diminum sebagai "air kelapa", atau juga
disebut "jus kelapa".
Tumbuhan ini
diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, tetapi kini
telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia.
Namun, KELAPA
bukanlah sumber makanan pokok. Ia hanya dijadikan sebagai pelengkap, baik
disajikan sebagai minuman ataupun sebagai santan untuk membuat masakan lebih
terasa nikmat dan mantap.
Itulah beberapa hasil yang akan
dipanen pada beberapa bulan terakhir penghujung tahun 2019 ini. Mudah-mudahan
dapat menjadi manfaat tersendiri bagi kita semua dan kita dapat meningmati pula
hasil panen tersebut. Sehingga hasil panen ini akan menjadikan kehidupan kita
lebih baik lagi.
Tetuntuk bagi para petani, panen
kali ini mudah-mudahan dapat menjadikan kita lebih bersyukur agar tidak kufur. Perbanyak
sedekah dan terus tanam kebaikan agar memanen lebih banyak kebaika. Aamiin....
Bagi para pembaca, silahkan
maknai apa yang menurut anda baik dan mudah-mudahan kita menjadi bagian dari
orang-orang yang suka bersyukur. Pilihlah makanan yang kalian sukai dan jangan
buang makanan yang tak kalian sukai, tapi berikanlah pada yang lebih menyukai.
Tuesday, August 6, 2019
Pendidik Yang Terdidik
Berbicara soal pendidikan tidak
akan pernah terlepas dari peranan pendidik terutama yang terdidik.
Apa maksud dari pendidik yang
terdidik?
Pendidik yang terdidik adalah
pendidik yang paham bagaimana cara mendidik anak didik, entah itu melaui
otodidak, menempuh pendidikan forman, pendidikan non formal ataupun pendidikan
in formal.
Terus siapa Pendidik yang
terdidik itu?
Pendidik yang terdidik disini ada
beberapa, diantaranya :
1. Orangtua
Peranan orang
tua sangatlah penting dalam perkembangan anak. Terutama anak usia dini/balita.
Sebab pada usia ini, anak masih perlu banyak bimbingan untuk belajar mandiri
dan memahami apa yang ada disekitarnya (mengeksplor).
Terkadang ada
anak yang aktif, kita sering menyebutnya bandel, nakal dan istilah lainnya yang
sebenarnya itu adalah bagian dari perkembangan si anak. Bila tidak ada bimbingan dari orang
tua, anak tersebut bisa saja menjadi lebih nakal dan lebih bandel.
Ada pula anak
yang cenderung pendiam, sebab selalu berada dalam dekapan sang ibu tercinta
atau orang terdekatnya. Sebab para orang tua beranggapan kalau seorang anak
dilepas begitu saja ia akan kenapa-napa. Orang tua seperti ini disebut over protektif.
Bagaimana kita
menyikapi perbedaan tersebut? dan bagaimana menyikapinya? Kalau terjadi
kenapa-napa terus gimana?
Hilangkan semua
pikiran yang membelenggu dan jauhkan hal-hal negatif dalam otak kita.
Biarkan
anak-anak kita bermain dengan leluasa, biarkan ia mengenal dunianya, biarkan ia
mencari apa yang ingin ia temukan. Tapi jangan lupa, pengawasan orang tua dan
arahannya sangat dibutuhkan oleh sang buah hati (anak) dan jangan
sekali-kalimemarahi anak kita apa lagi dengan menyebut ia cengeng, bandel,
nakal, bodoh atau sebutan lainnya yang bisa menurunkan mental si anak.
Pakailah bahasa
yang baik. Bila anak salah, sampaikan dengan bahasa halus. “dik, itu kurang
tepat”, “dik, harusnya itu begini”, “dik, pelan-pelan ya”, dsb.
Oleh sebab itu,
orang tua harus lebih paham dari sang anak. Orang tua harus lebih terdidik
untuk memudahkan dalam mendidik anak.
Lah tapikan saya
dulutidak sekolah! Saya kan dulu cuman tamatan SD!
Terdidik bukan
dilihat dari seberapa tinggi tingkat pendidikannya, seberapa banyak uanggnya
atau seberapa tinggi jabatannya!
Orang terdidik
adalah orang yang memiliki rasa toleransi dan memahamiorang lain, Orang yang
memiliki jiwa penyabar dan orang yang memiliki nilai keimanan terhadap
keyakinannya.
2. Orang
disekitarnya (saudara, tetangga dan masyarakat sekitar (lingkungan))
Pendidikselanjutnya
adalah orang disekitar, hampir sama dengan orang tua. Cuma perbedaannya adalah
pada radius dan volume yang lebih luas.
Bagaimana
menciptakan Pendidik yang terdidik di lingkungan atau dimasyarakat?
Budaya inilah
yang harus kita bahas, sebab pengaruh lingkungan, masyarakat dan orang sekitar
sangat berdampak bagi pendidikan anak kita.
Cara untuk
menciptakan pendidik yang terdidik bagi orang disekitar adalah dimulai dari
kita (orangtua). Kalau para orangtua berhubungan baik dengan tetangga dan orang
sekitar, maka akan tercipta pula keharmonisan bertetangga dan kenyamanan
bertetangga. Pemandangan inilah yang akan digunakan sebagai gambaran kepada
anak-anak kita, bahwa belajar itu dengan suasana menenangkan, meyenangkan dan
mengasikkan.
3. Guru
(dalam dunia pendidikan)
Ada yang lebih
penting dalam mendapatkan pendidik yang terdidik, yaitu peranan guru. Bagaimana
tidak, guru yang memiliki predikat pahlawan tanpa tanda jasa dan guru adalah
sosok yang “di gugu lan di tiru” adalah bukti bahwa peranan seorang guru
sangatlah berpengaruh pada perkembangan anak (peserta didik). Sehingga sudah
sepantasnya bila seorang guru harus berpendidikan dan terdidik baik sekala
formal, non formal ataupun informal.
Guru perlu
memahami psikologi anak, sebab seorang guru tidak hanya berhadapan dengan satu
anak didik saja. Satu guru bisa memegang 30-40 anak, padahal dalam kelas yang
ideal di isi maksimal 20 anak didik. Oleh karenanya peranan guru harus ekstra
kuat dan ekstra hebat, agar tidak ada diskriminasi atau kesenjangan dalam
peserta didik memperoleh pengajaran.
Mendidik peserta
didik juga harus disesuaikan dengan jenjang usia. Pendidikan PAUD 2 tahun
sampai 4 tahun menjadi tanggung jawab pendidik ditingkat Kelompok Bermain (KB),
dan usia 4 sampai 6 tahun menjadi tanggung jawab Taman Kanak-Kanak (TK), ketika
sudah memasuki usia 6 -12 menjadi tanggung jawab guru Sekolah Dasar (SD), 12-16
usia Sekolah Menengah Pertama (SMP), 16-18 tahun memasuki usia Sekolah Menengah
Atas (SMA) dan 18 tahun ketas masuk pendidikan jenjang perkuliahan.
Tantangan
terberat ada pada guru Pendidikan Usia Dini hingga usia Sekolah Dasar. Sebab
pada usia tersebut, seorang guru harus benar-benar membentuk karakter dan
menguatkan rasa kepercayaan diri seorang anak. Sehingga perlu ekstra kehati-hatian
dalam mendidik anak. Jangan sampai biarkan masa bahagia mereka hilang ditengah
jalan. Rasa bahagia yang dimaksud dalam tulisan ini adalah rasa bahagia dalam
belajar dan menemukan hal-hal baru.
Jangan biarkan
masa depan anak hilang karena pola didik yang salah. Maka sebagai guru harus
bisa mengakomodir dan memberikan arahan yang baik. Jangan banyak memberi
tekanan ataupun menyudutkan peserta didik sebagaimana semboyan dari bapak
pendidikan Indonesia (Ki Hajar Dewantara) dan diabadikan dalam logo Pendidikan
Nasional.
“Ing
Ngarso Sung Tuladha”
“Di depan menjadi tauladan”
“Ing
Madya Mangun Karso”
“Di tengah membangun semangat”
“Tut
Wuri Handayani”
“dari belakang memberikan dorongan”
Dari semboyan
tersebut, sudah jelas bahwa sebagai seorang guru harus bisa menjadi teman,
menjadi orang tua dan menjadi seorang yang mampu memahami apa yang diinginkan
oleh seorang peserta didik.
Mungkin hanya itu
yang bisa penulis sampaikan, apa bila masih banyak kekurangan dalam tulisan ini
agar bisa dikoreksi dan evaluasi. Hanya sebatas saran penutup, Kita sebagai
orang tua harus lebih berhati-hati dalam mendidik anak dan jadilah pendidik
yang terdidik agar anak kita dapat menjadi generasi bangsa yang cerdas dan
berbakti kepada orangtua.
Thursday, November 29, 2018
INDAHNYA OBYEK PANTAI WONOKERTO Part II
Masih berbicara soal pantai Wonokerto,
pantai yang baru-baru ini mendadak Viral dan digandrungi oleh kalangan muda. Pantai
yang berada di wilayah utara Pekalongan Jawa Tengah ini begitu indah karena
sudah banyak perubahan.
Lokasi ini sangat cocok
digunakan salah satu alternative wisata keluarga diakhir pekan. Biayanya pun
sangat murah dan yang jelas dapat membantu kita sejenak mengusir kepenatan.
Berikut beberapa View Pantai WonokertoINDAHNYA OBYEK WISATA PANTAI WONOKERTO Part I
Hai sobat Bloger, lama
rasanya tak jumpa dan tak bercuit-cuit di halaman ini. Ya biasalah karena
kepadatan aktivitas dan mungkin sudah terlalu sering mampir di Medsos lain. Jadi
halaman yang satu ini agak sedikit dianak tirikan. He he he…..
Pada pembahasan yang lalu,
sudah sering kita bahan tentang Wilayah Wonokerto.
Kali ini kan kita bahas lebih
juah lagi tentang wilayah ini. Sebab, pantai Wonokerto sekarang telah banyak
bersolek. Sewajarnya seorang cewek, kalau bersolek akan terlihat cantik.
Yang sudah cantik, pastinya
akan bertambah cantik. Bukankah demikian para sobat Bloger?!
Ok. Kita tancap gas saja
langsung.
Pantai Wonokerto adalah
wilayah pesisir Pantura yang terletak di Desa Wonokerto Kecamatan Wonokerto
Kabupaten Pekalongan. Pantai ini yang menghubungkan Kabupaten dengan Laut Jawa.PAstinya
tahu kan LAut Jawa?
Nah….. Para sobat pasti
pernah dengar, bahwa di Pantai ini pernah diadakan Jambore Kopi Nusantara tingkat
Nasional?! Kalau belum pernah denger, saya kasih tahu ya…
Pada awal 2018, sekelompok
pemuda menginisiasi ingin adanya kreasi dan perubahan diwilayah Wonokerto. Nah akhirnya
muncul ide membuat acara yang disebut Jambore Kopi. Jambore Kopi sendiri bukan
bagaimana kita menciptakan Kopi atau bagaimana cara kita menciptakan Kopi.
Akan tetapi filosofi Jambore
Kopi disisi adalah bagaimana kita dapat mempeoleh inspirasi dari secangkir kopi
& bagaimana cara kita bersatu melalui ngopi bareng.
Ya initinya si agar kita bisa
bersatu dalam hangatnya secangkir KOPI.
Jambore ini ternyata juga menyedot perhatian banyak pemuda lintas kota bahkan
lintas Pulau loch…
Selain itu tujuan dari jamboree
ini adalah untuk mengenalkan bahwa di Kabupaten Wonokerto ada Pantai yang
begitu Indah dan Asri.
Subscribe to:
Posts (Atom)
JOGO TONGGO (GOTONG ROYONG SAK LAWASE)
Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas program Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani Covid-19, yaitu p...
-
A. Identitas Buku Penulis : Umar Kayam Penerbit : Pustaka Jaya ...
-
Kata semantik dalam bahasa Indonesia (Inggris: semantics) berasal dari bahasa Yunani sema (kata benda) yang berarti “tanda” atau “lamba...
-
SRI SUMARAH DAN BAWUK SINOPSIS Sri Sumarah bercerita tentang seorang perempuan yang menjadi istri seorang guru yang...








