Friday, June 10, 2016

Prancis Tundukkan Rumania Pada Laga Pembuka EURO 2016




Pembuka piala EURO 2016 tersaji dengan begitu apik. Mempertemukan tuanrimah Prancis dengan Rumania di Stade de France, Sabtu (11/6) dini hari. Tidak mau malu di depan pendukungnya sendiri Prancis bermain menekan sejak awal laga. Namun hingga turun minum tak tercipta satu gol pun.

Pendukung tuan rumah bersurak riang ketika Olivier Giroud berhasil memanfaatkan asis dari Dimitri Payet pada menit 57. Namun Rumania juga bermain ngotot untuk merebutkan 3 poin. Hingga dimenit 65 Santchu berhasil menyamakan kedudukan. Tak menyangka kala laga akan berakhir, si ayam jantan menambah pundi goal dan menetapkan kemenangan melaui gol dari Dimitri Payet dimenit 89.

Kemenangan 2-1 menjadi modal penting bagi Prancis sebelum menjalani laga kedua melawan Albania. Mentalitas anak asuh Anghel Iordănescu jelas meningkat dengan modal 3 poin pada laga pertama ini.

Monday, June 6, 2016

Laga Berjalan Sengit "Argentina Vs Chile"




Setahun silam, Argentina dikalahkan Chile di final Copa America. Di Stadion Nacional, Santiago, Chile, 4 Juli 2015, Chile dan Argentina bertarung selama 120 menit dalam laga final Copa Amerika. Tidak ada satu pun kesebelasan sukses mencetak gol. Maka, pemenang pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti. Sayang, tim Tango harus mengakui kemenangan Chile dan merelakan piala Copa Amerika.

Selasa (7/6/2016) pagi WIB, Argentina kembali dipertemukan dengan Chile dalam laga awal group D di Stadion Levi's, Santa Clara. Sukses dengan kemenangan 2-1 atas Chile menjadi sepirit  tersendiri bagi tim Tango. Sejak awal laga pertandingna berjalan panas dengan 6 kartu kuning. Hingga turun minum tak satupun goal bersarang kegawang keduanya. Baru dimenit 51 A. Demaria membuka keran Goal bagi Argentina dan selang 8 menit kemudian E. Banega menambah keunggulan tim Tango menjadi 2-0.

Tak mau menelan pil pahit, Chile menipiskan ketertinggalan dengan satu goal dari J. Fuezalida Gana di penghujung babak tambahan menit ke 93. Hingga wasit meniup peluit panjang, laga berakhir untuk kemenangan Argentina dengan skor 2-1.
Pelatih Argentina, Gerardo Martino, menolak label 'laga balas dendam' yang disematkan untuk timnya, kendati pun ia berulang kali mendapatkan pertanyaan menyoal "balas dendam" itu.

"Kami sering ditanyai apakah ini laga balasan atau bukan," ujar Martino seperti dilansir Soccerway.

"Final Copa America sudah berlangsung setahun lalu. Chile menang lewat penalti. Tidak satu laga final sekali pun memberikan fans bagi kami untuk balas dendam, hanya memberikan kami sebuah kesempatan lain," kata Martino.

Pembukaan EURO 2016 di Prancis

Benua biru kini kembali diramaikan dengan pesta olahraga sepak bola. Pembukaan Piala Eropa 2016 yang akan digelar pada 10 Juni mendatang dipastikan berlangsung meriah. Sejumlah bintang ternama dari dunia hiburan bakal membuat pesta sepak bola paling bergengsi di benua biru ini menjadimakin ciamik .

Dilansir dari laman resmi UEFA, Senin (6/6), pembukaan Piala Eropa 2016 ini akan digelar di Stade de France, Saint-Denis, Prancis. Untuk acara pembukaan akan hadir pianis klasik ternama asal Hungaria, Adam Gyorgy. 

Selanjutnya pembukaan turnamen ini bakal menampilkan penyanyi ternama dunia di antaranya Williams James Adams (Will I Am), Enrique Iglesias, Ariana Grande, Christophe Mae, Louane, Florent Pagny, Kendji Girac, dan Soprano. Tak ketinggalan juga bakal menggoyang suasana pembukaan dengan aksi dari DJ ternama asal Prancis, David Guetta.

"Musik dan sepak bola berjalan beriringan ketika menyambut pesta dan kegembiraan. Tentunya, saya ingin membuat Piala Eropa ini menjadi acara yang terbesar dan paling mengesankan," janji Guetta sebagaimana dilansir dari Evening Standard, Senin (6/6).

Turnamen yang akan diikuti oleh 24 negara ini akan diawali dengan pertandingan Grup A antara Prancis dan Rumania. Perhelatan edisi ke-15 Piala Eropa ini sendiri akan berlangsung hingga 10 Juli mendatang.

Wednesday, February 24, 2016

Yang Dingin Yang Dingin, Yang Dingin Kebocoran



Ada yang menggelitik pagi ini, dengan penampilan baru dan suasana baru. Dingin memang dingin di banding dengan hari biasanya. Suasana komplek 278 pun lebih terasa dinikmati, warga yang bergerumun baik pria ataupun wanitanya. Tak jarang juga nampak anak-anak kecil dengan sepeda balapnya. 

Namun muncul teriakan dari salah satu rumah yang letaknya agak di sebelah pojok.

“Buocuorrrrrrrr.....”

Sontak saja, para warga bergegas untuk berkerumun untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pagi ini?

“Ada apa bu? Kok kencang banget teriakannya sampai warga pada kaget!”

Sang ibu malah tambah bingung  dengan kedatangan warga pagi ini dan ia menjelaskan bahwa, disudut ruangannya telah terjadi kebocoran dan beberapa barang miliknya telah basah terkena air.

“O... cuman gara-gara kebocororan...”, sahut ibu lainnya.

Beberapa spekulasipun bermunculan di kalangan warga kala itu, ada yang menyebutkan bahwa itu adalah dampak karena pemilik ingin ruangannya dingin dan dikabulkan oleh Tuhan melalui kebocoran. Bahkan adapula yang menyatakan memang bangunan sudah lama dan perlu perbaikan.

Kejadian pagi seakan menjadi trending topik di kalangan masyarakat. Saking ramainya pembicaraan itu ada warga yang kurang nyaman dan menganggap tak seharusnya ini di perbincangkan.

“Hanya ibu-ibu kompleks sini yang selalu memperbincangkan hal-hal yang tidak penting. Memangnya tidak ada pembahasan lain selain membahas masalah kebocoran?! Rewes banget c...,” sahutnya dengan raut agak dingin. 

Memang tak seharusnya para warga kompleks tak berbuat demikian terutama ibu-ibu. Sebab ini akan menjadikan salah satu pamor dan predikat ibu-ibu kompleks di sematkan pada orang yang berbuat sama. Padahal itu hanya terjadi di kompleks 278.


Kompleks 278, 25 februari 2016

Monday, February 22, 2016

Atur Managemen dan Komunikasi Sebagai Pondasi Berorganisasi



“IPNU-IPPNU harus memiliki managemen organisasi yang baik, agar bisa mendongkrak kinerja kedepan dan yang pasti jangan tanggalkan komunikasi antar anggota dan sesepuh,” ungkap Slamet


Pekalongan- Rintik air hujan seakan mengisyaratkan bahwa pentingnya akan sebuah tanggung jawab dan pentingnya sebuah ketabahan. Inilah yang coba di tunjukka Rekan dan Rekanita IPNU-IPPNU PAC Wonokerto (Senin, 22/2). Mencoba membuka tabir antara generasi kegenerasi, PAC IPNU-IPPNU Wonokerto bersambang keranting Semut dan sedikit berdialog dengan para senior yang ada disana.

Mengharap di kepengurusan yang baru akan lebih tertata baik secara struktural dan kader juga lebih mudah untuk di optimalkan dalam menyongsong generasi Nadiyin yang mampu bersaing di bidang apapun, sebagaimana yang disampaikan oleh senior IPNU yang sekarang telah menjadi pengurus GP Ansor Wonokerto sekaligus Istruktur Diklat Ansor (Sahabat Slamet).

“IPNU-IPPNU sekarang harus lebih punya greget dalam berorganisasi dibanding dengan IPNU-IPPNU di tahun-tahun awal pemekaran, apalagi kejanggihan teknologi saat ini yang memudahkan kita untuk berkomunikasi dan mengakses informasi dari manapun dan kapanpun, inilah yang harus di pahami oleh generasi penerus NU yang akan datang,” tuturnya.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa hebatnya organisasi bukan dilihat dari berapa kali organisasi itu melaksanakan program, melainkan apa yang dapat di pahami dari program tersebut (outputnya).

“Oraganisasi kalau mau dikenal atau mau dikatakan hebat itu bukan sebatas melaksanakan progam kerja saja, tapi hasil dari program itu apa dan apa dampak bagi peserta dan masyarakat luas? Oleh sebab itu sangatlah penting untuk menata managemen organisasi dan selalu jaga silaturahmi dan komunikasi antar pengurus dan sesepuh,” imbuhnya.

Sunday, February 21, 2016

KETUA IPNU-IPPNU WONOKERTO TERPILIH JANJIKAN ORGANISASI YANG LEBIH BAIK



“PAC IPNU-IPPNU Wonokerto bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa jika tanpa adanya ranting-ranting yang ada di desa-desa yang ada di Kecamatan Wonokerto,” ujar Aji.

foto Mumar Aji Mustika dalam sambutan setelah terpilih menjadi ketua PAC IPNU Wonokerto


Pekalongan- Satu periode begitu sangat cepat berlalu, itu yang sedikit dirasakan oleh sebagian besar pengurus IPNU-IPPNU Pimpinan Anak Cabang Wonokerto. Jumat, 19 Februari 2016 menjadi titik balik kepengurusan dari periode 2013-2015 kepada periode selanjutnya.

Pelaksanaan Konferensi Anak Cabang yang sempat tertunda dari jadwal semula di akhir 2015 akhirnya pecah di hari jumat lalu. Ratusan pasang mata menyaksikan pendemisioneran dari rekan Arham dan rekanita Zahrotul Aliyah dan akan di serahkan kepada Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan sebelum beralih kepada kepengurusan selanjutnya.

Dalam laporan pertanggung jawabannya, rekan Arham dan rekanita Zahrotul Aliya mengucapkan maaf selama dalam kepegurusannya banyak mengalami kendala dan banyak pula program yang belum terealisali dan mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu selama masa jabatannya.

“Sebagai pemimpin kami merasa gagal, sebab banyak progam yang belum terealisasi karena terbentur dengan kesibukan saya pribadi ataupun anggota yang lainnya, namun kami mengharapkan agar di periode berikutnya tidak terulang kembali hal yang sama,” ungakap rekan Arham.

Selain itu, rekanita Zahrotul Aliya juga menegaskan bahwa semasa memimpin belum bisa menjadi sosok panutan bagi anggotanya, sehingga banyak anggota yang hilang, serta kondisi ekonomi tiap anggota yang menjadikan anggota banyak yang merantau.

“Wonokerto memang sulit jika sudah dihadapkan masalah ekonomi, sehingga banyak anggota yang memilih merantau keluar kota, itu juga kembali lagi kepada saya sebagai pemimpin, yang belum bisa mengayomi dan memotivasi para anggota untuk tetap meneruskan perjuangan organisasi sebagaimana yang telah di amanhkan dalam Konferancab VI yang lalu,” imbuhnya.

Dari hasil sidang Konferancab yang dipimpin oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan terpilih dua pemimpin baru yaitu Rekan Mumar Aji Mustika dan rekan Wahidatul Maghfiroh sebagai ketua PAC IPNU- IPPNU Wonokerto Periode 2016-2018.

Selaku ketua terpilih Mumar Aji Mustika (Aji) menegaskan, PAC IPNU-IPPNU Wonokerto ada karena adanya Ranting IPNU-IPPNU di desa-desa. Demikian pula dengan kami yang terpilih menjadi ketua baru, ada tidaknya kami sebagai ketua juga karena adanya ranting, sehingga kami harapkan dalam kepengurusan kami semua ranting harus terlibat untuk ikut membangun dan mengemban amanah mengibarkan benderan IPNU-IPPNU di Wonokerto.

“PAC IPNU-IPPNU besar karena ada ranting-ranting yang menopangnya, itu juga selaras dengan adanya pemimpin, pemimpin tanpa anggota maka kami bukanlah siapa-siapa, begitu pula dengan anggota tanpa adanya pemimpin, pastinya bagai anak ayam kehilangan induk, oleh karena itu mari kita bersama-sama ngurep-ngurep NU, gedekke IPNU-IPPNU di kecamatan Wonokerto,” tandasnya.

JOGO TONGGO (GOTONG ROYONG SAK LAWASE)

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas program Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani Covid-19, yaitu p...