Wednesday, March 21, 2012

ANAK-ANAK PELURU


ANALISIS Cerpen Anak-Anak Peluru Karya Damhuri Muhammad
DalamcerpenAnak-Anakpeluruinibanyakkalimatatau kata- kata yang menarik.Sang penulis membuat perumpamaan sebagai gambaran dan kiasan dalam penyampaiannya.Hal  itu terlihat jelas pada cerita pertama ketika sang ibu berbincang dengan anak ketiganya yang memiliki panggilan Ruz. Ibu mengharap kepada anaknya agar anaknya tidak pergi meninggalkan dirinya sedirian. Karena kedua kakaknya telah pergi merantau dan kini tanpa ada kabar. Hal itu menjadikan trauma kepada sang ibu. Sehingga ibu mengharap Ruz tidak melakukan hal yang sama persis seperti apa yang dilakukan oleh kedua kakaknya.
Pada kalimat lain jga disebutkan bahwa Ruz tidak akan meninggalkan Ibunya. Walau ia pergi jauh, ia aan tetap mengingat Ibunya dan pasti akan kembali pada Ibunya.  memastikananaknyapergidanakankembali, Kakak Ruz yang bernama Rehan pergi keJakarta. Ibunya telah mengorbankan hartanya untuk anaknya,hingga Rehan sukses dan menjadi saudagar kaya. Sedang Acin menjadi polisi dan berdinas di Aceh, hingga kini pun entah dimana Ibunya tidak tau keberadaan Acin. Semua pengorbanan Ibu hanya sia-sia belaka, sampai sekarang tiada kabar lagi dari mereka.
Yang lebih menyedihkan lagi adalah ayah Ruz, yang sejak enam bulan terakhir ini selalu menemani dan merawat neneknya yang sakit-sakitan. Dari delapan bersaudara, hanya ayahnya saja yang bersedia merawat dan mengurus segala keperluan yang dibutuhkan oleh sang nenek. Hal itu menjadikan rumahnya semakin sepi, hanya dua orang yang tingal disana yaitu Ruz dan ibunya.
Sungguh malang nasib keluarga ini. Kepedihan ibu pun bertambah ketika Ruz memutuskan untuk bekerja diluar kota. Disinilah mulai adanya konflik percintaan dibalik hubungan kerja. Ruz mengenal Seorang wanita cantik yang bekerja sebagai seorang pelukis. Selain cantik, wanita itu juga cerdas dan berpengetahuan luas. Keakrapan mereka pun semakin lama semakin bertambah dekat. Pada sebuah janji maka malam, Ruz tergoda pada ajakan Wafa untuk menginap di apartement Wafa.Ketika mereka hamper melakukan kencan pertama, tiba-tiba hasrat itu hilang, Ruz pun menggil. Ruz tersentak kaget ketika Wafa melucuti pakaiannya dan ditubuh Wafa penuh dengan bekas luka.
Ruz bertanya pada Wafa, tapi Wafa hanya terdiam dan menangis. Ruz pun bertanya kembali, mengharaf Wafa akan menceritakan semua kejadian apa yang telah membuat tubuhnya penuh dengan luka.Perlahan pun Wafa bercerita tentang kejadian yang tela menimpahnya. Ternyata Wafa adalah korban KDRT dari suaminya sendiri, Idra Setiawan namanya. Setahun lalu ketika Wafa masih berbisnia dan tinggal di Denpasar Bali bersama suaminya. Bahkan, suami Wafa juga pernah hamper membunuh wafa. Oleh sebab itu Wafa pergi atau melarikan diri dari Bali.Sejak itu Wafa menjadi wanita yang suka merokok dan gemar minum minuman ber alcohol alis mabuk.
Beberapa kali Wafa melakukan percobaan bunuh diri, hal itu dilakukannya jarena Wafa ingin menyudahi semua kepedihan dalam hidupnya. Namun Tuhan masih berkehendak lain, karena selalu diselamatkan oleh Ruz. Ruz pernah membawa ke psikiater, dan menanyakan kondisi kejiwaan Wafa. Ternyata Wafa mengalami tekanan batin hingga ia depresi berat.
Sejak kedekatannya dengan WAfa, konsentrasi Ruz hanya tertuju pada Wafa. Bahkan pekerjaannya menjadi tak karu-karuan.Suatu ketika, Wafa melakukan percobaan bunuh diri lagi. Mendengar hal itu Ruz langsung bergegas menuju rumah sakit tempat Wafa di rawat. Bukannya bersyukur nyawanya masih bias selamat, Wafa malah mengeluh kenapa dia tidak mati saja. Ruz selalu memberikan semangat pada Wafa agar tidak menyerah dalam menjalani hidup ini.
Ruz ingin mengobati penyakit Wafa dengan caranya sendiri. Hal itu dilakukannya dengan memberikan perhatian lebih kepada Wafa. Ruz pun meng hubungi suami Wafa tanpa sepengetahuan dari Wafa. Ia meminta agar suaminya mau melepaskan WAfa dan bersedia menulis surat pernyataan jika Ruz dan WAfa menikah.
Ruz member kabar pada Ibunya dan saudaranya, guna memohon restu untuk menikah.Namun cilaka dua belas, Ibu Ruz bukannya merestui malah mencaci maki dan menyumpahi Ruz. Hal itu dilakukan Ibunya, karena Ibunya takut Ruz lupa kepada Ibunya setelah menikah dengan perempuan rantau seperti halnya kedua kakak Ruz, REhan dan Acin. Ibunya juga mengancam kepada Ruz, jika ia menikahi wanita rantau. Maka ia bukan anak Ibu lagi.
Ruz hanya bias mengurut dadanya, dia tidak pernah menyangka jika ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya berkata seperti itu kepada dirinya. Ruz terheran-heran dan bertanya-tanya kenapa wanita rantau dipermasalahkan, dan apa bedanya wanita rantau dengan wanita lainnya? Bingung, kesal namun tak menjadi halangan bagi Ruz untuk menikahi Wafa.
Selag berapa tahun Ruz menikah dengan Wafa, sejak itu Ruz tidak pernah kembali kerumah. Ruz menjadi anak peluru seperti kedua kakaknya. Peluru setelah ditembakkan, ia takkan pernah kembali kemoncong senapan. Hal itu yang di ibaratkan oleh penulis dalam cerpen ini.Itu aspek kebahasaan ya?
Setiap waktu Ibu selalu menanti dan mengharap kepulangan anak-anaknya. Dalam tiap doa serta selalu sang ibu menulis secarik surat untuk mereka, walau tanpa adabalasa dari mereka. Sampai kputus asaan menghampiri sang Ibu, namun atas dasar apa ibu harus putus asa dalam penantiannya? Sampai terucap kata “Jangan-jangan ibu tak sedang menunggu kepulangan kalian, tapi menunggu khabar kematian kalian!”.
Dalam cerpen ini menceritakan kisah seorang ibu yang selalu menanti dan menunggu serta mengharap kepulangan anak-anaknya yang tanpa kabar keberadaan mereka. Masalah ekonomi dan social selalu membuat manusia berubah hingga 100%. Dalam cerita bagian kedua mengankat persoalan masalah cinta dan serba-srbi dalam cinta. Disana mengisahkan sebuah pernikahan yang hancur karena KDRT dan istri menjadi korban, namun disisi lain ada pahlawan yang datang untuk menolong dan bersedia menjadi pendamping hidup dari wanita itu walau tanpa adanya restu dari orang tua Ruz. Namun dalam bagian terakhir, mengisahkan tentang anak yang tak kembali kerumah sejak menikah dengan wanita rantau. Sungguh kisah yang sangat senduh dan menyedihkan. Cerpen Anak-Anak peluru ini hampir sama dengan kisah malinkundang. Cuma yang membedakan adalah kutukan yang diucapkan oleh sang ibu berbeda dan anak-anaknya tidak menjadi batu, mereka hanya tidak pernah kembali kepada sang ibu.
Pesan yang ingin disampaikan oelh penulis adalah sebuah pengorbanan, harapan,amanat seseorang harus selalu kita jaga. Agar tidak menjadikan kekecewaan dari orang yang memberikan amanat serta kepercayaan kepada kita. Selain itu juga cerpen ini mengisahkan bahwa perjuangan, kemandirian, keuletan serta ketekunan akan membawa keberhasilan. Hal ini dilihat dari kisah dari orangtua Ruz yang selalu membiayai anak-anaknya hingga mereka berhasil menjadi orang-orang yang sukses. Selain itu, dalam cerpen ini juga menggambarkan tentang kisah bakti seorang anak yang mau mengurus orang tuanya walau harus mencuci dan memenuhi kebutuhan orang tua yang sedang sakit.
Kisah cinta kadang bisa membuat semuanya indah namun juga bisa membuat buta dan membuat melupakan semuanya yang telah berkorban demi kita selama ini. Kasih seorang ibu memang tak kan habis hingga akhir masa, namun bakti kita kepada orang tua belum tentu kita bisa melakukan atau mewujudkannya. Dari cerpen ini bisa diambil hikma dari setiap baris kata-katanya guna pembelajaran bagi kita untuk menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Ingat kawan, hidup ini bukan hanya sesaat dan kita jugu butuh bantuan darinorang lain.
Oleh karena itu, kita harus selalu saling berbagi dan mengerti satu sama lain. terlebih kepada orangtua kita! Karena kita ada didunia ini sebab adanya kedua orang tua kita yang telah melahirkan, mengasuh, membesarkan, mendidik dan mengajari kita tentang arti kehidupan. Sungguh besar jasa dari orang tua kita kepada kita. Namun kita takkan pernah bisa membalas atas apa yang mereka berikan kepada kita.
Seperti dalam cerita diatas sastra sangatlah penting dalam kehidupan setiap manusia. Karena satra adalah sebuah gambaran kehidupan manusia yang dicurahkan melalui pemikirannya menjadi sebuah karya yang indah dan dapat dinikmati oleh khayalak rame. Dalam sebuah cerita dapat kita ambil sebuah hikma dan pesan yang tersampaikan dalam sebuah cerita atau karya sastra.

No comments:

Post a Comment

JOGO TONGGO (GOTONG ROYONG SAK LAWASE)

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas program Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani Covid-19, yaitu p...